17/12/15

Mari bersyair ala Islam

Barangsiapa yang mencari ilmu untuk akhiratnya,
Ia akan mendapat banyak petunjuk

Betapa ruginya orang yang mencarinya,
Dengan tujuan memperoleh kedudukan di hati manusia

(disampaikan oleh Syaikh Al Imam Ustadz Qiwamuddin Hammad bin Ibrahim bin Ismail Ash-Shafar Al Anshari dari Abu Hanifah Rahimahullah)

07/12/15

BAHASA ARAB

KULIAH bahasa arab

pertama-tama dalah mahasiswa disilakan untuk mempresentasikan teks bebas denmgan bahasa arab dan dilanjutkan tanya jawab dengan mahasiswa lainnya juga dalam bahasa arab. ini adalah giliranku setelah minggu kemaren diberitahu sesuai daftar absensi, namakulah yang mendapat kesempatan untuk berada di depan kelas untuk presentasi dan tanya jawab.

judulnya adalah حقيقة الاسلام  yaitu artinya adalah kebenaran Islam
islam adalah agama tauhid (bersaksi bahwa tiada Tuhan selain allah dan Muhammad adalah utusanNya). Allah-lah Dzat yang mengutus semua utusan-Nya, mulai yang pertama adalah nabi Nuh -keselaqmatan bersamanya- dan terakhir adalah nabi Muhammad SAW. Allah berfirman : Sesungguhnya agama yang diridloi adalah Islam. dan seterunya....
pertanyaan entah sedang kenapa, pak dosen langsung yang ingin bertanya, walhasil... aku tidak bisa menjawabnya. yaa sudahlah.

pak dosen pamit setelah selesai presentasi beberapa mahasiswa. kuliah dilanjutkan oleh assisten dosen ceritanya (penulis). pak minta tolong kepada salah satu mahasiswa untuk menggantikannya di depan kelas sampai waktuy pertemuan kelas selesai sedang beliau harus pergi lebih awal. Pak Ahmad Arifin Noeris, gus noris lah... dia dari purwokerto. materinya adalah :
Laa Allatii tanfiyul jins
lam yang menafi'kan isim laa secara mutlak. syaratnya adalah isim tersebut adalah isim nakiroh, bukan isim ma'rifat. Yaa isim nakiroh adal;ah isim yang artinya masih umum. sedang jika isim ma'rifat pengertiannya adalah isim yang memiliki arti khusus atau sudah spesifik. eh iyaa... isim itu sendiri bahasa indonesianya bisalah kita katakan kata benda. bukan kata kerja yah! contoh-contoh :
لاريب فيه
لامعبود الا الله
لا اله الا الله
لا غالب الا با الله

rumusnya : laa + isim nakiroh +difathah isim nakirohnya


PERI-KEMANUSIAAN

beberapa waktu lalu aku inginj menulis sebuah kejadian penghakiman massa yang terjadi di desa Ciwuni kec. Kesugihan. kejadian tersebut tepatnya terjadi di komplek pasar jagang/ pasar wage Ciwuni. korban adalah seorang pemuda yang diketahui telah menjambret seorang wanita di desa Dondong dan melarikan diri ke arah timur melalui desa planjan-Ciwuni. alkisah, jambret tersebut sempat terjatuh di komplek pasar dan seseorang juga menolongnya. Dia pergi ke arah selatan dari pertigaan pasar jagang, namun tidak lama kemudian dia kembali. kembalinya dia-lah petaka maut untuknya, setelah orang-orang tahu dengan ciri-ciri yang sama yaitu memakai motor mio dan jaket warna merah, seketika itu ketika dia terlihat kembali dari arah selatan massa tanpa rasa belas kasihan sedikitpun, sedikitpun menurut saya.

penghakiman massa setelah beberapa saat dilerai oleh seseorang dan [emuda itu dibawa ke balai desa yang kebetulan tidak jauh dari pasar jkagang tersebut. polisi pun tidak butuh waktu lama untuk segera datang jke lokasi setelah dihubungi ol;eh salah seorang warga.

saat saya menulis berita ini, kemarin sore sudah terdengar kabar bahwa pemuda tersebut meninggal. saya tidak memastikan informasi tersebut. cukuplah poin yang bisa saya ambil dari kejadian ini adalah TIDAK ADANYA PERI KEMANUSIAAN dewasa ini di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang terkenal dengan keramahan dan kesantunannya tempo dulu. setelah kejadian di Lumajang Jawa timur, juga di Sulawesi yang seorang penjambret dibakar hidup-hidup di Jalan raya. fakta apalagi yang akan memperkuat statement bahwa tidak ada lagi peri kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia dewasa ini.

apapun faktor/ motivasi perbuatan itu, hal itu terjadi.

--bersambung--